Cara Merawat Baju Muslim Modern Berdasarkan Jenis Kain

Tren baju muslim modern memang sedang populer beberapa tahun belakangan. Jika selama ini pakaian muslim hanya identik dengan pengajian atau pesantren, maka sekarang kita bisa memakainya dalam banyak kesempatan. Sebut saja pesta pernikahan, acara reuni sekolah, hingga fashion show. Peluang ini tidak disia-siakan banyak pihak, termasuk Dammai yang koleksinya bisa dilihat di website mereka. Jadi kita bisa terlihat trendi tanpa meninggalkan syariat Islam dalam berpakaian.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan cara perawatan pakaian-pakaian muslim tersebut. Di bawah ini ada tips merawat baju muslim berdasarkan jenis kainnya.

sifon

  • Sifon

Sifon sering dipakai sebagai bahan untuk membuat pakaian muslim seperti gamis atau blus. Jenis kain ini tergolong ringan dan dapat memancarkan kesan manis kepada pemakainya. Namun, berbeda dengan satin, sifon membutuhkan perawatan yang lebih hati-hati. Untuk mencuci pakaian berbahan sifon, kita harus merendamnya di dalam air hangat dengan suhu sekitar 30 sampai 40 derajat Celcius. Kemudian, kita tetap harus mencucinya secara manual dengan deterjen yang aman untuk sifon. Jenis kain ini tidak boleh dijemur langsung di bawah sinar matahari dan bisa diangin-anginkan saja.

baju muslim bahan satin

  • Satin

Pakaian dengan bahan satin meninggalkan kesan mewah nan elegan pada pemakainya. Meski begitu, kain ini ternyata membutuhkan perawatan yang simpel. Antara lain jangan mencuci pakaian berbahan satin dengan mesin cuci karena akan merusak kainnya. Cukup cuci secara manual, lalu rendam selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Pastikan juga deterjen yang dipakai tidak terlalu keras, karena akan mempengaruhi tekstur satin. Kemudian jemur pakaian, tapi jangan menghadap sinar matahari secara langsung. Kita juga tidak boleh menyetrikanya dengan temperatur yang terlalu panas.

  • Katun

Jenis kain ini adalah yang paling sering dipakai untuk baju muslim modern. Katun mempunyai banyak kelebihan seperti mampu menyerap keringat, nyaman dipakai, dan tidak menimbulkan sensasi panas. Pakaian berbahan katun pun terbilang murah, sehingga patut dikoleksi. Meski demikian, kita harus merawatnya dengan hati-hati. Jika ada noda, hilangkan terlebih dahulu sebelum direndam pada air yang telah dicampurkan deterjen. Karena mudah kusut, sebaiknya jemur pakaian berbahan katun dengan gantungan agar tidak mudah terlipat.

kaus

  • Kaus

Seperti halnya katun, baju muslim berbahan kaus menjadi salah satu jenis favorit yang dijadikan koleksi. Kaus dinilai nyaman dan cukup simpel untuk digunakan. Sayangnya, karena terlihat sederhana, masih ada sebagian dari kita yang cenderung mengabaikan perawatannya. Sebaiknya kita memisahkan baju kaus berwarna putih dari warna lain untuk menghindari luntur dan kotor. Kemudian, jangan rendam terlalu lama, kecuali ada kotoran yang sangat sulit dibersihkan. Ketika menjemur pakaian berbahan kaus, balik terlebih dahulu dan jangan pakai gantungan supaya kaus tidak cepat melar.

spandek

  • Spandek

Jenis kain ini belakangan sedang tren dan paling sering diaplikasikan untuk baju muslimah seperti rok. Spandek dikenal sebagai bahan yang nyaman dan fleksibel, sehingga cocok untuk semua ukuran. Cara perawatannya pun terbilang mudah dan hampir sama dengan bahan-bahan lainnya. Hanya saja kita perlu hati-hati saat menyetrika baju berbahan spandek. Temperatur yang terlalu panas akan merusak tekstur serta serat kainnya. Kemudian, seperti halnya kaus, jangan menggantung pakaian berbahan spandek, karena akan membuatnya cepat melar.

Supaya tahan lama, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan penembatan koleksi baju muslim modern dari Dammai yang bisa kita lihat di http://dammai.com.