Tips Memilih Sepatu High Heels Agar Tidak Sakit

Berbelanja sepatu online, melalui website, Facebook, atau Instagram adalah tempat yang paling pas bagi Anda yang ingin mendapatkan sepatu wanita dengan model yang paling terkini dengan gaya yang unik dan didesain dengan kenyamanan Anda sebagai prioritas. Salah satu produk yang ada di toko online adalah sepatu hak tinggi atau high heels yang menjadi senjata bagi para wanita untuk bisa melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri. Mengenakan sepatu hak tinggi memang bisa membuat kaki wanita menjadi terlihat lebih jenjang, dan membuat langkah kaki jadi lebih anggun, sehingga secara keseluruhan penampilan akan terlihat lebih anggun, penuh percaya diri, dan feminine. Bagi Anda yang mengenakan sepatu hak tinggi setiap harinya pasti sudah akrab dengan sensasi yang dirasakan, termasuk rasa pegal ketika mengenakan sepatu dalam waktu yang lama. Padahal, kalau sepatunya didesain dengan benar, seharusnya rasa pegal yang Anda rasakan tidak sampai mengganggu kesehatan. Berikut bagaimana triknya memilih sepatu high heels yang tidak membuat kaki jadi sakit dan pegal.

Panjang dan lebar yang pas

Mungkin di antara  Anda masih ada yang belum sadar kalau standar ukuran sepatu yang digunakan oleh satu brand bisa berbeda dengan brand lainnya. Kalau saat ini Anda merasa cukup nyaman dengan ukuran sepatu nomor 38, jangan terlalu berpatok pada ukuran tersebut ketika beli sepatu baru. Yang paling penting adalah pastikan ukuran kaki Anda bisa pas masuk ke dalam sepatu, tidak kurang dan tidak lebih. Panjang sepatu harus pas sehingga tidak menyebabkan ujung jempol Anda sakit ketika digunakan untuk jalan. Lebar sepatu hak tinggi juga harus bisa menopang seluruh permukaan telapak kaki Anda sehingga tidak ada bagian yang tertekan dan bisa membuat kaki jadi lebih cepat pegal.

Bahan material heel counter

Anda termasuk orang yang maklum apabila kaki jadi lecet karena menggunakan sepatu yang baru? Jangan. Karena berarti sepatu yang Anda beli menggunakan bahan yang berkualitas rendah kalau sampai bisa membuat kaki Anda lecet. Bagian kaki yang paling sering lecet ketika menggunakan sepatu adalah bagian heel counter atau bagian sepatu yang menjadi tempat bagi tumit dan Achilles Anda. Apalagi dengan menggunakan sepatu high heels yang gaya geseknya lebih besar dibanding sepatu flat. Material yang digunakan untuk bagian luarnya bisa apa saja, namun bagian dalamnya sebaiknya pilih sepatu hak tinggi yang menggunakan bahan kulit asli atau bahan suede, bukan bahan sintetis.

Bagian upper yang lebar

Upper adalah bagian sepatu yang menutupi bagian jari kaki Anda. Ada banyak model upper pada sepatu hak tinggi, ada yang round, ada yang lancip, ada yang terbuka, dan ada juga yang menggunakan strap atau tali. Masing-masing model upper memang bisa memberikan kesan penampilan yang berbeda, namun kalau Anda ingin merasa lebih nyaman mengenakan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lebih lama, gunakan sepatu yang bagian uppernya melebar dan menutupi keseluruhan jari kaki Anda. Upper yang menutup bisa membantu support sepatu sehingga gaya tekanan yang dirasakan kaki tidak terlalu besar. Sedangkan model upper yang paling kurang nyaman untuk digunakan dalam jangka panjang adalah upper yang terbuka.

Tes jalan di lantai

Banyak orang yang tidak menyadari alasan sebenarnya toko sepatu melapisi seluruh lantainya dengan menggunakan karpet yang empuk. Berjalan di atas permukaan karpet memang lebih nyaman dibandingkan dengan di atas lantai keramik atau marmer sehingga ketika mencoba sepatu baru di toko sepatu ya jelas rasanya akan nyaman-nyaman saja. Sebagai salah satu saran adalah coba sepatu hak tinggi yang Anda incar di atas permukaan yang lebih keras jika memungkinkan. Hal ini akan memberikan Anda gambaran yang lebih nyata mengenai tingkat kenyamanan sepatu karena tentu di situasin nyatanya Anda akan lebih banyak berjalan di atas permukaan yang keras dibandingkan di atas karpet.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda memilih dan mengenakan sepatu hak tinggi dengan nyaman. Anda dapat mengunjungi website ini untuk melihat koleksi-koleksi rekomendasi kami untuk sepatu high heels terbaru http://maceemo.com/sepatu-sandal-wanita/high-heels/.

Cara Merawat Baju Muslim Modern Berdasarkan Jenis Kain

Tren baju muslim modern memang sedang populer beberapa tahun belakangan. Jika selama ini pakaian muslim hanya identik dengan pengajian atau pesantren, maka sekarang kita bisa memakainya dalam banyak kesempatan. Sebut saja pesta pernikahan, acara reuni sekolah, hingga fashion show. Peluang ini tidak disia-siakan banyak pihak, termasuk Dammai yang koleksinya bisa dilihat di website mereka. Jadi kita bisa terlihat trendi tanpa meninggalkan syariat Islam dalam berpakaian.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan cara perawatan pakaian-pakaian muslim tersebut. Di bawah ini ada tips merawat baju muslim berdasarkan jenis kainnya.

sifon

  • Sifon

Sifon sering dipakai sebagai bahan untuk membuat pakaian muslim seperti gamis atau blus. Jenis kain ini tergolong ringan dan dapat memancarkan kesan manis kepada pemakainya. Namun, berbeda dengan satin, sifon membutuhkan perawatan yang lebih hati-hati. Untuk mencuci pakaian berbahan sifon, kita harus merendamnya di dalam air hangat dengan suhu sekitar 30 sampai 40 derajat Celcius. Kemudian, kita tetap harus mencucinya secara manual dengan deterjen yang aman untuk sifon. Jenis kain ini tidak boleh dijemur langsung di bawah sinar matahari dan bisa diangin-anginkan saja.

baju muslim bahan satin

  • Satin

Pakaian dengan bahan satin meninggalkan kesan mewah nan elegan pada pemakainya. Meski begitu, kain ini ternyata membutuhkan perawatan yang simpel. Antara lain jangan mencuci pakaian berbahan satin dengan mesin cuci karena akan merusak kainnya. Cukup cuci secara manual, lalu rendam selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Pastikan juga deterjen yang dipakai tidak terlalu keras, karena akan mempengaruhi tekstur satin. Kemudian jemur pakaian, tapi jangan menghadap sinar matahari secara langsung. Kita juga tidak boleh menyetrikanya dengan temperatur yang terlalu panas.

  • Katun

Jenis kain ini adalah yang paling sering dipakai untuk baju muslim modern. Katun mempunyai banyak kelebihan seperti mampu menyerap keringat, nyaman dipakai, dan tidak menimbulkan sensasi panas. Pakaian berbahan katun pun terbilang murah, sehingga patut dikoleksi. Meski demikian, kita harus merawatnya dengan hati-hati. Jika ada noda, hilangkan terlebih dahulu sebelum direndam pada air yang telah dicampurkan deterjen. Karena mudah kusut, sebaiknya jemur pakaian berbahan katun dengan gantungan agar tidak mudah terlipat.

kaus

  • Kaus

Seperti halnya katun, baju muslim berbahan kaus menjadi salah satu jenis favorit yang dijadikan koleksi. Kaus dinilai nyaman dan cukup simpel untuk digunakan. Sayangnya, karena terlihat sederhana, masih ada sebagian dari kita yang cenderung mengabaikan perawatannya. Sebaiknya kita memisahkan baju kaus berwarna putih dari warna lain untuk menghindari luntur dan kotor. Kemudian, jangan rendam terlalu lama, kecuali ada kotoran yang sangat sulit dibersihkan. Ketika menjemur pakaian berbahan kaus, balik terlebih dahulu dan jangan pakai gantungan supaya kaus tidak cepat melar.

spandek

  • Spandek

Jenis kain ini belakangan sedang tren dan paling sering diaplikasikan untuk baju muslimah seperti rok. Spandek dikenal sebagai bahan yang nyaman dan fleksibel, sehingga cocok untuk semua ukuran. Cara perawatannya pun terbilang mudah dan hampir sama dengan bahan-bahan lainnya. Hanya saja kita perlu hati-hati saat menyetrika baju berbahan spandek. Temperatur yang terlalu panas akan merusak tekstur serta serat kainnya. Kemudian, seperti halnya kaus, jangan menggantung pakaian berbahan spandek, karena akan membuatnya cepat melar.

Supaya tahan lama, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan penembatan koleksi baju muslim modern dari Dammai yang bisa kita lihat di http://dammai.com.